Menulis Buku dari Bahan Sederhana

|Gunawan|

Setiap buku yang dibaca punya makna tersendiri. Entah buku jenis apa itu, bagi yang mau mengambil manfaat, selalu ada nilai yang bisa diambil di dalamnya. 

Perihal menulis buku, sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja yang melek aksara. Tidak hanya dilakukan oleh orang yang memiliki beragam titel. Yang penting ia sudah mengenal aksara atau bisa membaca, menulis buku sangat mungkin bisa dilakukan oleh orang yang tak bergelar juga.

Mungkin ada banyak yang beranggapan bahwa sebuah buku itu harus ilmiah dan kaya akan referensi. Padahal, jenis buku itu ada banyak macam. Dan, tak harus memuat daftar referensi juga. Buku yang berisi pengalaman pribadi adalah contoh buku yang tak harus memuat daftar referensi.

Dok. Pribadi: Buku karya Pak Ngainun Naim

Saya pernah membaca beberapa buku yang materi atau bahan tulisannya sederhana saja. Ada yang berisi seputar pribadinya. Ada yang berisi catatan perjalanan hidupnya atau pengalaman hariannya. 

Menariknya lagi, buku-buku sejenis ini cenderung mudah dipahami bahasanya ketimbang buku ilmiah yang super kaya akan referensi. Maka tak heran, banyak generasi muda sekarang yang lebih senang mengoleksi dan membaca buku semacam itu daripada buku ilmiah. 

Bagi Anda yang selama ini bilang bahwa menulis buku itu hanya bisa dilakukan oleh seorang profesor saja, misalnya, mulai sekarang buang jauh-jauh anggapan semacam itu. Anda juga bisa menulis buku, kok. Yang penting Anda sudah mengenal huruf atau bisa membaca. Dan, ada banyak hal yang bisa Anda tulis dan ubah menjadi buku. Ide-ide atau bahan sesederhana apa pun itu sangat bisa diolah dan dikembangkan menjadi sebuah buku. Tak harus jauh-jauh pula mencarinya. Cerita pengalaman hidup Anda sendiri juga bisa dibahasatuliskan dan dijadikan buku terbit, kok. Asalkan Anda mau menuliskannya. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 9/3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal