Berbagi Cerita Berbagi Tawa (2)
|Gunawan|
Usai mengajar di ruang kelas, seorang guru muda bercerita di hadapan para siswanya. Dia menyuguhkan sebuah cerita menarik agar suasana kelas kembali ceria. Dengan suara nyaring, sang guru mulai merangkai kata:
Alkisah, seorang yang bernama Ibrahim masuk surga. Meski dengan amal pas-pasan, ia berhak mendiami tempat yang penuh kenikmatan seperti yang dijanjikan Tuhan tersebut. Untungnya, dosanya sedikit, sehingga ia tidak perlu dihangatkan dulu di neraka.
Suatu waktu, Ibrahim berjalan-jalan di tepi sungai di dalam surga yang dimaksud. Dia sangat menikmati kedamaian yang didapatnya di lingkungan barunya itu.
Namun, saat sedang asyik jalan-jalan tersebut, Ibrahim tiba-tiba melihat sesosok lelaki yang dulu sering dilihatnya sewaktu hidup di dunia. Sesosok lelaki yang sewaktu hidup di dunia begitu sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Adalah seorang anggota DPR yang sering muncul di layar televisi, di koran, di majalah, dan di berbagai media sosial, yang sering dihujat oleh orang-orang karena tersangkut berbagai kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme.
| Dok. Pribadi: Tempat belajar 'outdoor' |
Ibrahim begitu heran dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin orang semacam ini bisa masuk surga? Padahal, begitu banyak dosa yang dia lakukan semasih di dunia. Apakah mungkin dia hanyalah korban fitnah, dizalimi, dan dituduh berbuat korupsi atau sejenisnya?
Karena merasa penasaran dan ingin tahu kebenarannya, Ibrahim pun langsung menghampiri pos malaikat terdekat. Dan ia pun bertanya perihal hal itu, "Wahai malaikat, jika aku tidak salah, bukankah orang yang di sana itu telah berbuat banyak dosa ketika hidup di dunia? Mengapa ia bisa berada di surga? Bukankah surga itu adalah tempat kedamaian yang diperuntukkan bagi orang-orang yang beramal saleh?"
"Oh, orang itu. Dia memang berlumuran dosa. Dan dia adalah anggota legislatif atau wakil rakyat di negeri kalian yang korup, bukan?" ucap si malaikat.
"Kok bisa dia masuk surga? Apakah perbuatan korupsi itu halal, wahai malaikat?" tanya Ibrahim makin penasaran.
"Tenang saja. Sebenarnya, dia itu hanya studi banding saja di surga ini. Besok juga dia akan kembali lagi ke neraka, kok," kata si malaikat dengan kalem.
Siswa-siswa yang mendengar cerita sang gurunya dengan penuh serius tersebut langsung tertawa terpingkal-pingkal. Suasana kelas kembali heboh dan ceria. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 14/3/'24
[CHASP-157A]
Komentar
Posting Komentar