Berbagi Cerita Berbagi Tawa

|Gunawan|

Saya suka dengan cerita humor. Entah itu yang didapat dari hasil menonton maupun yang didengar langsung dari sang pencerita. Juga yang diperoleh dari hasil membaca. 

Di tengah letih dan penat, cerita atau bacaan yang berujung tawa menjadi salah satu pilihan saya. Usai membaca cerita lucu semacam ini, selalu membuat diri saya terhibur.

Dok. Pribadi: Salah satu buku koleksi saya

Berikut ini saya ingin berbagi sebuah cerita lucu dan ringan. Barangkali ada manfaatnya. Mungkin juga bisa mengobati hati Anda sekalian yang sedang dilanda kegalauan dan kepenatan. Berikut ini ceritanya:

Alkisah, tiga orang jenderal militer dari tiga negara yang berbeda beradu ketangkasan menembak. Ketiga jenderal yang dimaksud berasal dari Inggris, Amerika, dan Indonesia. 

Ketiganya sepakat untuk menembak sebuah apel yang diletakkan di atas kepala salah seorang ajudan mereka masing-masing. Setelah dilakukan perundingan, sang jenderal dari Inggris rupanya mendapatkan kehormatan pertama untuk menembak. Dengan hati-hati, ia menarik pelatuk dan dorr...! 

Peluru sang jenderal Inggris tersebut menembus buah apel tepat di tengahnya. Dengan bangga dan gembiranya sang jenderal ternama tersebut berkata, "I am Robin Hood."

Terus, giliran yang menembak keduanya adalah jatuh ke tangan jenderal militer Amerika. Dengan gesit dan penuh percaya diri, ia pun menarik pelatuk dan dorr...! Buah apel yang diletakkan di atas kepala sang ajudannya pun jatuh tertembus peluru. Karena melihat buah apel yang berhasil dibidik tepat sasaran tersebut, dengan penuh kegirangan sang jenderal militer Amerika itu berterik, "I am Rambo."

Nah, giliran ketiga atau terakhir adalah sang jenderal militer Indonesia. Tanpa berpikir panjang dan dengan cepat, dia langsung menarik pelatuk dan dorr...! Sungguh luar biasa, peluru sang jenderal Indonesia melesat dengan begitu cepat. Namun sayangnya, buah apel yang dibidik atau ditembaknya masih utuh. Dan rupanya, peluru sang jenderal tidak menembus buah apel, tapi malah mengenai kepala si prajurit atau ajudannya. Dengan santai sang jenderal itu berkata, "I am sorry."

Jenderal militer dari Inggris dan Amerika hanya bisa melongo ketika melihat kejadian itu. Mau ketawa, tapi takut dosa. Mungkin begitu kira-kira yang ada dalam pikiran dari kedua jenderal tersebut.

Cerita jenaka ini, saya sadur dari sebuah buku yang ditulis oleh Gus Kholid Marjuki. Judul bukunya adalah '101 Humor Para Santri'. Jujur, saat membaca cerita humor ini, saya tertawa. Bagaimana dengan Anda yang sedang membaca tulisan ini? Apakah Anda terhibur dan tertawa juga? []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 14/3/'24


[CHASP-156A]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal