Luka-luka Itu Kian Menganga

|Gunawan|

Begitu indah rupamu dulu lagi pesona. 
Semesta memujimu tak henti.
Dari jauh kau tampakkan senyum ceria. 
Seolah tak ada luka dan derita yang menumpuk di hati. 

Namun seketika kau berubah tak terkira. 
Dari dekat ternyata kau penuh luka dan derita. 
Luka-luka itu kian menganga.
Hingga tak ada lagi puji seperti dulu kala.

Dok. Pribadi: Contoh hutan/gunung yang dibabat di pinggir sungai Lareda

Kau tak lagi pesona. 
Kau tak lagi seperti yang kukira.
Mata air berganti air mata.
Kini kau begitu menderita.

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 23/3/'24


[P-180]

Dok. Pribadi: Hutan yang terluka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal