Membeli atau Mengoleksi Beragam Jenis Buku Tak Akan Rugi
|Gunawan|
Saya mulai suka dengan dunia buku pada tahun 2008. Saat itu saya mulai menginjakkan kaki di pulau seberang, Tanah Daeng.
Berbagai jenis buku saya beli. Ada buku yang super tipis, ada juga buku yang relatif tebal. Entah itu buku terbitan terbaru maupun buku edisi lawas.
Kadang saya beli di toko buku. Tak jarang juga saya beli di acara-acara bazar buku. Juga di tempat-tempat tertentu yang menjual buku dengan harga murah.
Saat itu, saya memang ingin mengoleksi berbagai jenis buku. Mengenai kapan dibacanya, itu soal lain. Yang penting beli aja dulu. Begitu pikir saya dulu.
Untuk buku-buku dengan tema tertentu, biasanya saya langsung baca saat tiba di kos-kosan. Sementara yang lainnya biasanya saya baca saat butuh referensi sebagai bahan untuk menulis esai, makalah, atau jenis tulisan lainnya.
| Dok. Pribadi: Berbagai koleksi buku di perpustakaan pribadi saya |
Buku-buku yang saya beli dan koleksi tersebut rupanya ada banyak manfaatnya. Tidak hanya buat saya sendiri. Tak sedikit orang lain yang berterima kasih dan merasa bersyukur karena adanya berbagai buku yang saya beli atau koleksi tersebut. Di saat teman-teman butuh referensi dan bahan bacaan, misalnya, buku-buku saya adalah di antaranya yang menjadi rujukan mereka.
Tentu, saya senang karena bisa membantu orang lain: meringankan beban mereka dalam menemukan referensi atau bahan bacaan. Saya senang dan bahagia karena bisa mengoleksi atau memiliki berbagai jenis buku. Sebab, bagi saya, buku adalah salah satu harta karun yang sangat berharga dan tak terhitung nilai manfaatnya. Memilikinya tak akan pernah rugi.
Sampai kini, saya masih mengoleksi berbagai jenis buku. Jika ada fulus lebih, sebagiannya akan saya sisihkan untuk membeli buku. Hanya saja, intensitasnya kini tidak sesering dulu. Juga tidak sebanyak dulu belinya. Tetapi, paling tidak, membeli atau mengoleksi buku tetap saja jalani sampai kini dan saya usahakan sampai nanti. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 23 & 25/3/'24
[CSL-156]
Komentar
Posting Komentar