Ramadan, Membaca, dan Menulis Buku
|Gunawan|
Tak terasa. Jam dinding terus berdetak. Hari berlalu begitu cepat. Bulan Ramadan kembali hadir menyapa. Orang-orang menyambutnya dengan beragam aktivitas. Hingga terlihat bulan Ramadan begitu meriah dengan beragam kegiatan dan acara.
Untuk mengisi hari-hari di bulan Ramadan kini, dua di antaranya saya memanfaatkannya dengan membaca dan juga menulis buku. Membaca berbagai jenis buku yang dulu sempat saya koleksi. Bukunya kadang saya baca di pagi, siang, sore, dan/atau malam hari.
Tentu, membaca buku tidaklah sia-sia. Ada banyak informasi dan pengetahuan yang saya peroleh dari hasil membaca buku. Bisa membaca halaman demi halaman buku dan menyerap berbagai informasi dan pengetahuan di dalamnya adalah suatu kenikmatan tersendiri. Apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan seperti sekarang ini.
![]() |
| Dok. Pribadi: Buku koleksi pribadi saya |
Demikian juga dengan menulis buku. Sampai kini masih terus saya jalani. Puasa Ramadan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya tulis. Sebaliknya, menulis di kala diri sedang berpuasa memiliki nuansa dan kenikmatan tersendiri juga. Ada bahagia tak terkira.
Masih sama seperti biasa. Saya menulis itu selalu 'nyicil'. Menulis sedikit demi sedikit. Menulis menggunakan telepon genggam. Menulis di mana saja. Tatkala menemukan ide tulisan, saya catat dulu, lalu saya kembangkan lagi menjadi sebuah tulisan utuh. Meski mungkin tulisan yang dimaksud terlihat sederhana dan receh. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 22/3/'24
[CSL-155]

Komentar
Posting Komentar